hai,,hai,,,

gw cuma mencoba menjadi apa yang gw mau,,, gw pengen belajar nulis... dan disini mungkin yang baca bisa menilainya...

Senin, 06 Agustus 2012

belum ada judul (bag.1)

perkenalan ini, pertama kalinya membuat perutku terasa mulas. ini pertama kalinya aku merasa, bahwa ada getaran hebat yang terjadi saat dia mengulurkan tangan dan mengajakku berkenalan. "Ridho". ah, suaranya pun membuatku ingin menutupi mukaku dengan bantal dan kemudian berteriak didalamnya. "Ya Allah,, siapakah makhluk yang kau ciptakan ini??". dengan bergetar tanganku pun mennyambut uluran tangan itu. terasa begitu hangat dan gagah, terlihat dari ketegapan badannya, dan ketegasan bicaranya serta ketajaman matanya. dia adalah seorang Pria yang selalu menjaga kesehatan dan kesempurnaan bentuk tubuhnya dengan berolahraga.

dia hanya seseorang yang tiba-tiba datang menghampiriku yang sedang menyendiri ditaman sambil membaca novel yang baru saja aku beli. entah dia datang dari arah mana atau dari planet mana, tiba-tiba muncul dan mengajakku berkenalan. "ANEH" awalnya aku fikir, tapi saat aku pindahkan mataku dari buku dan mengangkat kepalaku, "AJAIB" ada sosok makhluk yang begitu bersinar dihadapanku. (mungkin efek pancaran matahari yang sedang terik dibelakang punggung tegaknya).

"Boleh gabung?" dia melirik bangku panjang yang hanya aku duduki sendirian.
"Owh, silahkan!"
"Baca apa?" aku hanya menunjukkan sampul depan novelku sambil tersenyum.
"Owh,, suka baca?" dia mengangguk sambil tersenyum manis memperlihatkan dua gingsul yang mengintip manis dibalik bibir merahnya.

aku hanya mengangguk sambil terus membaca.aku tidak ingin terlihat salah tingkah, ketika aku melihat wajahnya yang terus membuatku merinding saat melihatnya. sehingga aku memutuskan untuk tetap melihat novelku, dan membalik lembar demi lembarnya meskipun aku tidak tahu apa yang aku baca. aku terus merasakan seperti ada yang mau keluar dari dadaku. rasa yang belum pernah ada sebelumnya saat aku berbicara dengan teman-teman lawan jenisku. sesekali aku mengalihkan pandanganku ke Danau buatan yang terdapat dihadapanku, untuk membuat leherku rileks karena terlalu lama menunduk.

"Aku ganggu?" Deg.. aku seperti dilempar bom atom yang siap meledak dan menghancurkan seluruh tubuhku.
"eh, sorry. ga ganggu kok! kalau mau duduk disini, duduk aja! gw ga ngerasa ke ganggu kok!"
"Serius banget bacanya?? apa ga suka aku duduk disini??" spontan aku menghadapkan wajahku ke arahnya,, dan rasa berdesir itu muncul lagi dari ubun-ubun rambut ke seluruh tubuhku.
"Ga, kok! biasa aja. gw suka keasikan sendiri aja, kalo udah baca buku!"
"ehm... emangnya ada apa ya??"
"ga ada apa-apa! pengen kenal kamu aja!" hah???
"iya, aku lihat kamu dari tadi disana, kamu jalan, kamu duduk disini, kamu baca buku ini! ga tau kenapa, aku pengen aja ngobrol dan duduk sama kamu disini! boleh??"
"ya, ga apa-apa sih! tapi kan, aneh aja! tiba-tiba kamu dateng, terus ngajak kenalan. siapa yang gak heran?? jangan-jangan kamu penjahat lagi??" aku menggeser dudukku "sedikit" menjauh. (meskipun arti sedikit aku hanya memiringkan tubuhku sedikit lebih jauh, bukan menggeser posisi dudukku. karena memang tidak ada tempat untuk menggeser atau merubah tempat dudukku).
"iya juga sih! tapi tenang aja, aku bukan penjahat atau orang yang mau ngapa-ngapain kamu. aku cuma pengen kenal kamu aja! kamu bisa percaya aku kok!"
"aku ga mau percaya sama kamu! takut musyrik!"
"bisa aja kamu!" Ridho tertawa lembut, menunjukkan dia sangat menjaga sikapnya.

Obrolan itu pun semakin lama semakin ringan dan bersahabat. Ridho ternyata orang yang baik dan humoris, dia selalu menyelipkan candaan-candaan yang menarik sehingga selalu membuat aku tersenyum bahkan membuat aku tertawa sampai lupa kalau aku baru mengenalnya. sedikit-sedikit aku mulai mempercayai bahwa tidak ada niat jahat dalam hatinya untuk menjahatiku. malah aku merasakan sesuatu yang lain, sesuatu yang tak bisa kuartikan sendiri olehku tentang perasaan apa ini. sesuatu yang begitu mendesak ingin keluar dari dalam dadaku saat matanya melihat ke arahku dan tersenyum hangat penuh ketulusan.

saat itu juga,, aku merasa bahagia dan ingin berteriak, bahwa AKU SANGAT BAHAGIA!! di depan semua orang. tapi hal itu tidak akan mungkin ku lakukan, karena pasti akan memalukan. bukan hanya aku yang malu, tapi Ridho juga yang saat ini masih duduk disebelahku. tidak terasa, ternyata jam dipergelangan tanganku sudah menunjukkan pukul 16.00, itu artinya aku sudah duduk hampir 3 jam disini. biasanya aku hanya menghabiskan 2 jam waktu santaiku membaca buku disini. karena jalan di jakarta akan sangat macet ketika aku pulang diatas jam 3 atau saat jam pulang kantor tiba.

Ridho, yang masih duduk manis disampingku, sepertinya masih menikmati pemandangan di depan kami. aku pun memutuskan untuk pulang lebih awal darinya.
"Aku pulang duluan ya, udah sore! belum sholat ashar!" aku memasukkan novelku ke dalam tas dan siap berdiri.
"pulang ke mana??? sholat di mesjid deket sini dulu yuk! nanti aku anter kamu pulang!" Ridho menahanku dengan senyuman indah itu. ("Ya ampun,,, kenapa mesti senyum sih?? bikin gw ga bisa nolak aja!" hiks,, mauuuu")
"aduh,, nanti ngerepotin, lagian aku biasa pulang sendiri kok!"
"ya udah, solat bareng di mesjid dulu ya!" (hmm,,, iya sih. mending sholat dulu aja kali ya? daripada sampe rumah ga keburu!)
"okey.." aku pun mengikutu Ridho jalan menuju mesjid terdekat. sudah beberapa kali aku kesini, aku belum pernah sholat disini, ternyata mesjid ini luas banget, ga hanya luarnya aja yang bagus, kamar mandinya pun bersih banget. apalagi di dalem mesjid, adem banget.. bikin betah aja..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar