hai,,hai,,,

gw cuma mencoba menjadi apa yang gw mau,,, gw pengen belajar nulis... dan disini mungkin yang baca bisa menilainya...

Selasa, 07 Agustus 2012

belum ada judul (bag.2)

pertemuan kemarin, di taman yang tidak terlalu jauh dari kampusku itu, belum bisa aku lupakan sampai saat ini. tidak tahu apakah akan bertemu kembali atau tidak, yang terpenting buatku, aku cukup merasa senang berkenalan dengannya. sosok yang perlu dikagumi karena kejujuran dan ketegasannya berbicara, menunjukkan bahwa dia sosok pria yang baik, dan bertanggung jawab. jangan tanya apakah aku mengharapkannya? jawabannya sudah pasti, DIA COWOK YANG AKU IMPIKAN!!!

hari ini, aku tidak ke kampus, karena urusan persiapan wisudaku sudah beres. tinggal menunggu hari H, dan aku resmi menjadi sarjana sastra. kemudian, kehidupan yang baru akan dimulai, aku harus mencari kerja. jadi aku memutuskan untuk pergi membeli koran, dan menghabiskan waktu di rumah untuk mencari lowongan pekerjaan. tapi kenapa aku ingin sekali ke taman? apakah aku berharap bertemu dengannya lagi? hey,,, emangnya dia tidak punya kepentingan yang lebih penting apa?? ga mungkin dia tiap hari nongkrong disana, dia kan punya pekerjaan. apalagi sekarang bukan weekend, ga mungkin kan dia ada di luar kantor jam segini, meskipun kemarin aku bertemu dengannya pada saat jam kantor.

berperang dengan perasaan memang ga akan ada habisnya. apalagi kalau otak udah memikirkan hal yang lain. pasti jawabannya iya-enggak-iya-enggak, kayak lagi ngitung kelopak mawar aja. aku pun memutuskan untuk pergi ke taman, ga ada salahnya kan menghirup udara segar pepohonan. di jakarta hampir semua sudut kota pohon-pohon kebanyakan jadi gedung. jadi ga ada salahnya mencuci polusi di otak kita dengan mengambil oksigen sebanyak-banyaknya di tepi danau dan di bawah pohon rindang dengan angin sepoi-sepoi. sampai di taman, sepertinya terlihat sedikit berbeda. biasanya banyak anak-anak di kampusku yang ada disini bersama pasangannya, atau bersama sahabat-sahabatnya untuk menghilangkan penat setelah duduk berjam-jam mendengarkan dosen ngomong. tapi sekarang, karena tingkat akhir sudah menyelesaikan urusannya dan para junior sedang libur panjang, jadi taman terlihat lebih luas, karena tidak banyak pengunjung yang datang.

"hai! ketemu lagi? sering kesini ya?" aku menajamkan penglihatanku pada sosok pria yang sedang duduk di salah satu bangku taman di dekatku. RIDHO??
"eh, iya! kamu ngapain disini? ga kerja?" aku masih menyadarkan diriku untuk terlihat biasa saja sambil duduk di bangku yang sama.
"nunggu kamu! di kantor udah banyak orang yang kerja, jadi sekali-kali keluar di jam kantor ga masalahkan? hehehe" HAH?? apa katanya? NUNGGU GW??? Sadar Na,,, lo kan baru kenal!!!
"owh,, gitu! ngomong-ngomong ngapain nunggu gw?"
"karena aku ga tau nomer handphone kamu apalagi rumah kamu. jadi ya, satu-satunya tempat bisa ketemu kamu disini." DUA KALI... dua kali dia bikin gw merinding sekujur tubuh. ada ya, cowok bersikap se-Gentle ini ke cewek yang baru dikenalnya. kebanyakan cowok yang gw kenal, mereka pasti keliatan jaim, atau "sok cool". tapi itu malah bikin gw sebagai cewek ilfeel, soalnya kebanyakan dari mereka malah keliatan "maksa banget".

"Hey... kok malah bengong? kenapa? aku salah ngomong ya? emang sih, kayaknya aku lancang banget! baru kenal udah sok akrab gini. maaf ya, kalau bikin kamu ga nyaman."
"eh, sorry!" aku tersadar dari lamunanku tentang kejantanannya.
"jadi? boleh aku minta nomer handphone kamu?"
"buat apa?"
"yaaaaa,,,,, siapa tau aja aku bisa menang lotre pake nomer kamu!" dia tersenyum sesaat kemudian melanjutkan bicaranya, "ya, buat ngehubungin kamu lah.. jadi kan aku ga perlu nunggu lama-lama kayak tadi!"
"owh..."
"udah cuma "owh" doang?? jadi kalau aku mau ketemu kamu, aku tinggal bilang "owh" kamu langsung dateng?" aku pun tertawa geli, mendengar leluconnya kali ini.
"okey, sini handphone kamu!" aku mengulurkan tangan, dia pun memberikan handphone canggih keluaran terbaru miliknya. aku pun mengetikkan deretan nomor yang sudah aku hafal di luar kepala.
"makasih ya!" Ridho mengambil handphonenya kembali dan memperhatikan nomer yang ada dilayarnya.
kemudian dia memencet tombol hijau, tidak lama handphoneku berdering.
"itu nomer ku!"
"okey!" aku men-safe nomer itu dan menuliskan nama Ridho sebagai pemilik nomer.
"habis ini mau kemana?"
"pulang, aku mau cari info lowongan kerja!"
"mau kerja di tempat aku? kebetulan lagi butuh pegawai. kamu lulusan sastra kan? bisa jadi translater???"
"loh, translater bukannya kerjaannya pariwisata?"
"ya,,, asal mahir berbahasa asing, ga ada salahnya kan?"
"ehm,,, gitu ya?"
"iya. biasanya kan kalo lulusan satra kebanyakan jadi pengajar. kalo dibandingin sama translater, penghasilannya kan lebih menggiurkan. di tempat kerja aku, asalkan mau belajar n berusaha, siapa aja bisa qo ngelamar disana. kerjanya juga menyenangkan. bisa jalan-jalan kemana aja, bisa kenal banyak orang dari berbagai penjuru dunia"
"tour guide?"
"kalau tour guide, dia itu kaya penunjuk jalan. tapi kalau jadi translater kamu cukup jadi pendamping orang asing."
"kalau kamu mau,, siapin aja berkas lamarannya. bisa langsung ke kantor aku, atau kita janjian disini lagi. gimana?" Ridho memberikan kartu namanya.
"okey, nanti aku hubungin kamu kalau udah siap! aku pulang duluan ya, udah sore!"
"ga sholat ashar dulu?"
"lagi ada tamu!"
"aku anter ya??"
"ga usah, kamu belum sholat kan?? sholat sana,, nanti keburu magrib! aku pulang dulu ya, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam, warrohmatullahi wabarokatuh!" aku pun segera pergi meninggalkan taman.
(Ya Allah,, kenapa perasaan ini muncul lagi?? tiba-tiba dia muncul lagi dihadapanku menawarkan pekerjaan yang saat ini aku  membutuhkannya. terima kasih Ya Allah,,, kau Maha Pemberi Rizki bagi hamba-hambaMu)

Senin, 06 Agustus 2012

belum ada judul (bag.1)

perkenalan ini, pertama kalinya membuat perutku terasa mulas. ini pertama kalinya aku merasa, bahwa ada getaran hebat yang terjadi saat dia mengulurkan tangan dan mengajakku berkenalan. "Ridho". ah, suaranya pun membuatku ingin menutupi mukaku dengan bantal dan kemudian berteriak didalamnya. "Ya Allah,, siapakah makhluk yang kau ciptakan ini??". dengan bergetar tanganku pun mennyambut uluran tangan itu. terasa begitu hangat dan gagah, terlihat dari ketegapan badannya, dan ketegasan bicaranya serta ketajaman matanya. dia adalah seorang Pria yang selalu menjaga kesehatan dan kesempurnaan bentuk tubuhnya dengan berolahraga.

dia hanya seseorang yang tiba-tiba datang menghampiriku yang sedang menyendiri ditaman sambil membaca novel yang baru saja aku beli. entah dia datang dari arah mana atau dari planet mana, tiba-tiba muncul dan mengajakku berkenalan. "ANEH" awalnya aku fikir, tapi saat aku pindahkan mataku dari buku dan mengangkat kepalaku, "AJAIB" ada sosok makhluk yang begitu bersinar dihadapanku. (mungkin efek pancaran matahari yang sedang terik dibelakang punggung tegaknya).

"Boleh gabung?" dia melirik bangku panjang yang hanya aku duduki sendirian.
"Owh, silahkan!"
"Baca apa?" aku hanya menunjukkan sampul depan novelku sambil tersenyum.
"Owh,, suka baca?" dia mengangguk sambil tersenyum manis memperlihatkan dua gingsul yang mengintip manis dibalik bibir merahnya.

aku hanya mengangguk sambil terus membaca.aku tidak ingin terlihat salah tingkah, ketika aku melihat wajahnya yang terus membuatku merinding saat melihatnya. sehingga aku memutuskan untuk tetap melihat novelku, dan membalik lembar demi lembarnya meskipun aku tidak tahu apa yang aku baca. aku terus merasakan seperti ada yang mau keluar dari dadaku. rasa yang belum pernah ada sebelumnya saat aku berbicara dengan teman-teman lawan jenisku. sesekali aku mengalihkan pandanganku ke Danau buatan yang terdapat dihadapanku, untuk membuat leherku rileks karena terlalu lama menunduk.

"Aku ganggu?" Deg.. aku seperti dilempar bom atom yang siap meledak dan menghancurkan seluruh tubuhku.
"eh, sorry. ga ganggu kok! kalau mau duduk disini, duduk aja! gw ga ngerasa ke ganggu kok!"
"Serius banget bacanya?? apa ga suka aku duduk disini??" spontan aku menghadapkan wajahku ke arahnya,, dan rasa berdesir itu muncul lagi dari ubun-ubun rambut ke seluruh tubuhku.
"Ga, kok! biasa aja. gw suka keasikan sendiri aja, kalo udah baca buku!"
"ehm... emangnya ada apa ya??"
"ga ada apa-apa! pengen kenal kamu aja!" hah???
"iya, aku lihat kamu dari tadi disana, kamu jalan, kamu duduk disini, kamu baca buku ini! ga tau kenapa, aku pengen aja ngobrol dan duduk sama kamu disini! boleh??"
"ya, ga apa-apa sih! tapi kan, aneh aja! tiba-tiba kamu dateng, terus ngajak kenalan. siapa yang gak heran?? jangan-jangan kamu penjahat lagi??" aku menggeser dudukku "sedikit" menjauh. (meskipun arti sedikit aku hanya memiringkan tubuhku sedikit lebih jauh, bukan menggeser posisi dudukku. karena memang tidak ada tempat untuk menggeser atau merubah tempat dudukku).
"iya juga sih! tapi tenang aja, aku bukan penjahat atau orang yang mau ngapa-ngapain kamu. aku cuma pengen kenal kamu aja! kamu bisa percaya aku kok!"
"aku ga mau percaya sama kamu! takut musyrik!"
"bisa aja kamu!" Ridho tertawa lembut, menunjukkan dia sangat menjaga sikapnya.

Obrolan itu pun semakin lama semakin ringan dan bersahabat. Ridho ternyata orang yang baik dan humoris, dia selalu menyelipkan candaan-candaan yang menarik sehingga selalu membuat aku tersenyum bahkan membuat aku tertawa sampai lupa kalau aku baru mengenalnya. sedikit-sedikit aku mulai mempercayai bahwa tidak ada niat jahat dalam hatinya untuk menjahatiku. malah aku merasakan sesuatu yang lain, sesuatu yang tak bisa kuartikan sendiri olehku tentang perasaan apa ini. sesuatu yang begitu mendesak ingin keluar dari dalam dadaku saat matanya melihat ke arahku dan tersenyum hangat penuh ketulusan.

saat itu juga,, aku merasa bahagia dan ingin berteriak, bahwa AKU SANGAT BAHAGIA!! di depan semua orang. tapi hal itu tidak akan mungkin ku lakukan, karena pasti akan memalukan. bukan hanya aku yang malu, tapi Ridho juga yang saat ini masih duduk disebelahku. tidak terasa, ternyata jam dipergelangan tanganku sudah menunjukkan pukul 16.00, itu artinya aku sudah duduk hampir 3 jam disini. biasanya aku hanya menghabiskan 2 jam waktu santaiku membaca buku disini. karena jalan di jakarta akan sangat macet ketika aku pulang diatas jam 3 atau saat jam pulang kantor tiba.

Ridho, yang masih duduk manis disampingku, sepertinya masih menikmati pemandangan di depan kami. aku pun memutuskan untuk pulang lebih awal darinya.
"Aku pulang duluan ya, udah sore! belum sholat ashar!" aku memasukkan novelku ke dalam tas dan siap berdiri.
"pulang ke mana??? sholat di mesjid deket sini dulu yuk! nanti aku anter kamu pulang!" Ridho menahanku dengan senyuman indah itu. ("Ya ampun,,, kenapa mesti senyum sih?? bikin gw ga bisa nolak aja!" hiks,, mauuuu")
"aduh,, nanti ngerepotin, lagian aku biasa pulang sendiri kok!"
"ya udah, solat bareng di mesjid dulu ya!" (hmm,,, iya sih. mending sholat dulu aja kali ya? daripada sampe rumah ga keburu!)
"okey.." aku pun mengikutu Ridho jalan menuju mesjid terdekat. sudah beberapa kali aku kesini, aku belum pernah sholat disini, ternyata mesjid ini luas banget, ga hanya luarnya aja yang bagus, kamar mandinya pun bersih banget. apalagi di dalem mesjid, adem banget.. bikin betah aja..